Rabu, 11 Agustus 2010

~♥ best friend or love ♥~ chapte 1

Disclaimer : Kamichama Karin dan Kamichama Karin Chu © Koge Donbo  
Tokoh-tokoh : Karin Hanazono, Kazune Kujo, Jin Kuga, Michiru Nishikiori, dan Himeka.
By : Kakak Jinan (Jinandya Mentari Nurrachellia)

____________________~♥ best friend or love ♥~ chapter 1______________________

"Aku cinta kamu!"

"Eh?! Kamu suka aku?!"

"I... Iya... Ma... Maukah kau berpacaran denganku?"

"Hm.... Gimana ya? Sebenarnya saat ini aku tidak ingin berpacaran... Jadi... Daaaah!"

“Eh? Tu... Tunggu!"

"Maaf! Aku lebih memilih persahabatan dari pada cinta!"

Ya... Perkenalkan... Namanya Karin Hanazono... Seperti kata Karin tadi... Dia lebih memilih persahabatan daripada cinta... Kenapa? Karena saat ini tak ada yang dapat mendapatkan hati Karin... Dan… Karin juga mempunyai sahabat yang bernama Himeka... Dia sangat cantik, manis, dan baik… Dialah sahabat Karin dari kecil…

"Karin chan…" kata Himeka dari kejauhan.

"Himeka! Darimana saja?" tanya Karin heran.

"Ah... Aku baru liat murid baru..."
"Perempuan atau laki-laki?” kata Karin penasaran.


"Laki-laki…”  kata Himeka sembari mukanya merah.

"Hm... Kamu suka sama laki-laki itu ya?" kata Karin.

"Eh! Kenapa kamu tau?!" kata himeka kaget.

"Habis muka Himeka merah sih..." kata Karin sembari mengedipkan matanya.

"Ah... Dasar karin chan..." kata Himeka yang wajahnya masih tetap merah.

"Hm... Kemungkinan besar dia adalah ketua OSIS yang baru... Himeka! Ayo antar aku ke tempat anak baru tadi!" teriak Karin sembari menyeret tangan Himeka.

"Eh? I… Iya…”

Sesampai di sana, Karin dan Himeka pun langsung mencari di tempat kerumuan perempuan-perempuan.

'Hm... Pasti itu laki-laki keren dan ganteng...' pikir Karin.

"Kya…!”  teriak himeka yang terjatuh karena terdorong oleh seseorang.

"Ah! Himeka! Kamu tidak apa-apa?!” tanya Karin sembari membantu Himeka berdiri.

"I… Iya… Aku tak apa-apa…” kata Himeka sembari melihat lukanya di kaki.

"Huh… Ayo Himeka! Kita pergi dari sini! Di sini terlalu berbahaya!” teriak Karin sembari menarik tangan Himeka.

"Ah… I… Iya…” kata Himeka sembari mengikuti Karin dari belakang.

Karin pun mengantar Himeka ke UKS, dan mengobati kaki Himeka yang berdarah.

"Himeka... Apa kakimu masih sakit?" kata Karin sembari mengobati kaki Himeka.

"Ah... Sudah tidak sakit lagi kok... Makasih ya karin chan"
kata Himeka tersenyum.

"Iya... Sama-sama... Kita kan sahabatan... Jadi kita harus saling menolong..." kata Karin sembari membalas senyum Himeka.

"KRIIIIIIING!!!" bunyi Bel sekolah sudah berbunyi, yang artinya masuk ke dalam kelas.

"Ah! Himeka cepat masuk ke kelas! Nanti telat!" teriak Karin sembari mendorong Himeka.

"Ah... Tapi… Nanti Karin chan juga bisa telat…"

"Aku tidak apa-apa kok... Lagi pula... Aku kan wakil ketua OSIS... Jadi masih banyak kerjaan..." kata Karin tersenyum.

"Oh... Aku duluan ya Karin chan… Karin chan juga jangan sampai telat ya…" kata Himeka sembari meninggalkan Karin di UKS.

“Iya Himeka…” kata Karin tersenyum.

Karin pun pergi ke ruang OSIS untuk mengantarkan dokumen-dokumen penting untuk dikerjekannya nanti siang.

"Huh… Beratnya... Coba ketua OSIS masih ada... Pasti aku tidak akan secapek ini... Huh! Capek banget nih!" keluh Karin yang masih ngomong sendiri.

'Jangan-jangan dia wakil ketua OSIS? Tapi… aku tanyakan dulu saja…' pikir seorang lelaki

"Hei..." kata lelaki itu.

"Kya!" teriak Karin yang tak sengaja menjatuhkan dokumen-dokumen penting.

"Apa kau tidak apa-apa?" tanya lelaki itu dan membantu Karin berdiri.

"Ah… I... Iya... Aku tidak apa-apa…" kata Karin yang wajahnya agak memerah.

'Wah... Gantengnya... Pasti ini orang yang dibicarakan Himeka...' pikir karin

"Kau wakil ketua OSIS ya?"

"I… Iya…" kata Karin ragu-ragu.

“Perkenalkan... Namaku Kazune Kujo... Ketua OSIS yang baru... Salam kenal" kata Kazune sambil tersenyum.

"Ah! Namaku Karin Hanazono! Salam kenal juga!” teriak Karin sembari membalas senyuman Kazune.

“Ng? Itu dokumen-dokumen mau di bawa ke mana?” tanya Kazune heran.

“Mau di bawa ke ruang OSIS…”

“Pasti berat ya? Sini aku bawakan..." kata Kazune sembari membawa dokumen-dokumen.

"Eh?! Gak usah! Gak berat kok!"

"Sudah, tak apa-apa kok... Tadi kan kau mengeluh karena berat..." kata Kazune yang tak menghiraukan Karin untuk menghalanginya.

"Eh?! Jadi kau daritadi ngedengerin ya?!" kata Karin kaget.

"Tidak juga... Aku hanya kebetulan dengar saja kok..." kata Kazune yang santai-santai saja.

"Itu sih sama aja!" kata Karin yang mukanya sudah merah.

"Uft…" kata Kazune yang menahan tawa.

"Ng? Sepertinya kamu mau ketawa, kenapa?" tanya Karin heran.

"Kalau mukamu merah  manis... Apa lagi kalau tersenyum pasti lebih manis..." kata Kazune tersenyum.

"Eh?! Jangan ngomong yang ngga-ngga Kazune!" teriak Karin yang wajahnya masih merah.

"Hehehe... Oh, iya.. Di mana ruang OSIS nya?" tanya Kazune.

"Itu... Di sebelah kantor..." kata Karin sembari menunjuk ruang OSIS.

"Tunggu dulu ya… Aku taruh dokumen-dokumen dulu…” kata Kazune sembari meninggalkan Karin.

“Iya…”

Sesampai di ruang OSIS, Kazune pun menaruh dokumen-dokumen yang dibawanya di atas meja.

“Maaf ya lama…” kata Kazune sembari menghampiri Karin.

"Iya… Tak apa-apa… Kazune... Aku ke kelas dulu ya... Hampir terlambat nih..." kata Karin.

"Tu… Tunggu Karin! Aku mau nanya sesuatu!" teriak Kazune.

"Apa?"

"Kelas IX A dimana?" tanya Kazune.

"Oh… Itu sih kelasku…"

"Wah... Senangnya..."

"Kenapa?" tanya Karin heran.

"Karena aku bisa sekelas dengan Karin…" kata kazune tersenyum.

"Eh?! Kazune!! Sudah kubilang jangan ngomong yang tidak-tidak!" kata Karin yang wajahnya memerah.

"Iya deh… Hehehe…” kata Kazune tersenyum.

Akhirnya Karin dan Kazune pun sampai di depan kelas IX A.

“Kazune, tunggu dulu ya… Aku masuk dulu ke dalam kelas ya…” kata Karin yang mau ke dalam kelas.

“Iya…” kata Kazune tersenyum.

"Ohayou gozaimas Sensei…" kata Karin sembari masuk ke dalam kelas.

“Ohayou gozaimas Karin… Ada apa?” tanya Sensei.

“Ada murid baru Sensei…” jawab Karin.

"Yang bernama Kazune Kujo?" tanya Sensei.

"Iya Sensei..."

"Hm... Baiklah... Karin, silahkan kamu duduk di tempatmu.." Kata Sensei.

"Baik Sensei.."

Karin pun duduk di tempat duduknya.

"Ohayou gozaimas mina…" kata Sensei.

“Ohayou goaimas sensei…” kata murid-murid.

“Hari ini kita kedatangan murid baru…”

"Siapa Sensei?" kata seorang murid.

"Kujo... Silahkan kamu masuk…" kata Sensei.

Kazune pun masuk ke dalam kelas dan memperkenalkan namanya.

"Ohayou gozaimas mina… Watashi wa name Kazune Kujo…” kata Kazune.

"Kujo... Silahkan kamu duduk disebelah Karin…" Suruh Sensei.

"Baik Sensei…" kata Kazune dan pergi ke arah tempat duduknya.

"Kazune..." bisik Karin.

"Ng?"

"Yang di sebelahmu itu namanya Himeka... Dia sahabatku... Jadi kalian harus akrab ya!" kata karin sambil tersenyum.

"Ok… Kau sangat manis Karin..." kata Kazune dengan suara yang agak diperkecil.

"Ng? Ada apa kazune? Tadi aku tidak dengar..." tanya Karin.

"Eh... Bukan apa-apa..."

“Oh…”

‘Kenapa aku jadi aneh kalau dekat dengan Karin…’ tanya Kazune dalam hati.

'Kok Kazune terlihat aneh?’ tanya Karin dalam hati.

‘Sepertinya Karin dan Kazune sudah akrab… Tapi… Kenapa bisa?' tanya Himeka dalam hati.

~*************~**************~**************~

"KRIIIIIIIIIIIING!!!" bunyi Bel sudah berbunyi, yang artinya istirahat.

"Himeka! Ayo kita istirahat bersama!" teriak Karin dengan wajahnya yang sangat ceria.

"Ah... Maaf  Karin... Hari ini kita tak usah istirahat bersama ya…" kata Himeka yang wajahnya terlihat lesu.

"Eh? Kenapa?” tanya Karin heran.

"Tak kenapa-napa ko… Aku pergi dulu ya…” kata Himeka sembari meninggalkan Karin.

'Himeka… Ada apa denganmu?’ tanya Karin dalam hati.

"Dewi!" teriak Jin yang langsung memeluk Karin.

"Kya! Jin! Lepaskan aku!" teriak Karin yang berusaha melepaskan pelukan Jin.

"Iya deh... Maaf… Kalau membuat dewi marah..." kata Jin sembari melepaskan pelukannya dari Karin.

"Iya deh… Tak apa-apa… Tapi kenapa kau memanggilku dengan sebutan Dewi?” tanya Karin heran.

"Hm... Karena... Kau itu sangat cantik seperti Dewi!” teriak Jin yang wajahnya sangat ceria.

"Jangang ngomong yang Tidak-tidak! Ayo kita istirahat!" teriak Karin yang sudah marah, dan meninggalkan Jin.

"Eh? I... Iya! Tunggu!" teriak Jin yang berlari mengikuti Karin.

Kazune yang melihat Karin dipeluk oleh Jin sangat marah dan sedih… Apakah itu berarti Kazune menyukai Karin..?



Bersambung..

2 komentar: